RSS

Let’s Think Design!

24 Mar

ini video yang wajib di liat sebelum baca post saya kali ini!

Luar biasa bukan video mapping ini?Bahkan waktu pertama kali saya melihatnya tahun lalu di TV, saya langsung berdecak kagum walaupun tidak hadir langsung disana.

Jadi, video yang tadi kita saksikan itu merupakan salah satu project yang dibuat oleh Adi Panuntun, CEO PT. Sembilan Matahari.  Adi Panuntun merupakan salah seorang “design thinker” yang ada di Indonesia.

Design thinker? Mungkin tidak banyak orang yang mengetahui apa itu design thinker

Find creative solution in art perspective

Design thinker merupakan orang yang mencari solusi kreatif dari perspektif seni. Kenapa harus dari perspektif seni?

Itulah hal yang membuat seorang engineer dan designer berbeda

Engineer merupakan orang yang bekerja menjawab fungsi dan mengaplikasikan pemikiran designer

– Sedangkan Designer merupakan orang yang menjawab people interest dengan membubuhi perspektif seni didalamnya

Memang design thinking belum terlalu dikenal saat ini, namun pendekatan ini akan mempengaruhi cara kita mengambil keputusan bisnis di masa yang akan datang karena keadaan pasar yang semakin competitive akan menuntut setiap orang untuk selalu mengembangkan inovasi dan berpikir secara out of the box.

Jadi jangan takut untuk selalu berinovasi dengan ide-ide yang baru karena TIDAK ADA IDE YANG SALAH!

kenapa saya menekankan kata-kata itu?karena ini merupakan kata-kata yang paling menarik untuk saya dalam materi design thinking. Tidak ada yang bisa menilai apakah ide kita itu salah atau benar,bagus atau jelek, sehingga kita dapat mengeksplorasi diri kita untuk mengembangkan ide segila mungkin. Eits,tapi jangan lupa walaupun telah diberi kebebasan ada ketentuan yang membuat ide kita itu memiliki keunggulan dan nilai guna yang lebih.

Ini dia ketentuannya:

Setelah mengetahui ketentuannya, kita akan mulai masuk ke prosesnya. Berikut Proses dari Design Thinking :

Thinking Process

Observe

Riset secara langsung untuk memahami keinginan user agar kita menemukan insight

Synthesize

Mencari “unstated needs” untuk kemudian membuat penyelesaian yang actionable

Brainstorm

Mengeluarkan semua ide yang mengarah pada solusi

Vote

Mencari ide terbaik dengan menggunakan ketentuan Desirable, Viable dan Feasibility yang telah saya sebutkan sebelumnya diatas

Prototype

Membuat dummy product untuk ditest dan kemudian dievaluasi

Story Tell

Mengenalkan produk lewat cerita dibalik nama maupun pembuatan agar masyarakat tertarik

Contoh Design Thinking dengan menggabungkan apel dan board marker :

Berdasarkan hasil observasi ditemukan bahwa aroma yang ditimbulkan board marker itu berbahay bagi kesehatan karena mengandung bahan kimia beracun yang disebut xylene, dampak jangka pendek dari mencium aroma ini biasnya hanya pusing dan sedikit mual namun untuk jangka panjang efeknya sangat berbahaya karena menimbulkan kerusakan otak permanen dan kerusakan hati, ginjal dan sistem saraf pusat.

Menanggapi masalah demikian, maka saya menawarkan inovasi board marker yang aromanya disamarkan dengan aroma buah apel. Mengapa aroma buah apel?

karena aroma buah apel ternyata memiliki banyak manfaat. Sebuah studi dari Smell & Taste Treatment and Research Foundation di Chicago menemukan, saat partisipan yang sedang terserang migrain menghirup pipa berisi aroma apel, rasa sakit mengalami lebih banyak perbaikan dibandingkan saat menghirup pipa tanpa aroma. Ini disebabkan oleh aroma apel hijau yang bekerja mengurangi kontraksi otot di kepala dan leher, sehingga mengurangi sakit kepala. Studi-studi sebelumnya menemukan bahwa aroma apel hijau membantu mengurangi kecemasan. Selain itu ternyata ada fakta menarik, aroma apel dapat mengurangi nafsu makan. 🙂

Jadi saat dosen mengajar di depan, mahasiswa dapat belajar lebih tenang karena selain sehat, mahasiswa pun dapat merasakan ketenangan dalam menghirup aroma apel yang wangi.

Bagaimana strategy untuk memasuki bisnis agar setelah thinking process berakhir produk yang kita tawarkan dapat diterima masyarakat?

Disini saya akan menjelaskan tentang bagaimana kedua strategy yang berbeda yaitu,Traditional business strategy class dan innovation&design class menjawab tantangan pasar 10 tahun mendatang

Traditional business strategy  : Strategy yang masih mengandalkan research secara data quantitative dengan menggunakan planning dan logic&numeric model.

Termasuk menghasilkan volume data untuk menganalisis segmenpelanggan, pangsa pasar relatif dan ancaman kompetitif.

Pada saat yang sama, mereka terus melihat teknologi, proses dan orang-orang hanya sebagai sarana untuk menjalankan rencana bisnis mereka. Karena market akan selalu berkembang lebih competitive karena itu yang harus dilakukan traditional business strategy adalah membuka diri dengan terus mengatasi kelemahan dan melakukan pendekatan fundamental berbeda dengan meningkatkan planning dan tidak lupa untuk membuka diri kepada inovasi.

Innovation&design strategy    : Menggunakan metode experience dan langsung melihat kepada reality as social constructed. Apabila yang pertama belum baik maka akan terus diperbaiki sehingga menemukan yang terbaik. Jadi staretegi ini mengutamakan action terlebih dahulu baru masuk ke planning.

Untuk menjawab tantangan market dimasa mendatang yang perlu dilakukan oleh strategy ini adalah terus mengembangkan inovasi dan design karena dapat dipastikan bahwa dimasa yang akan datang yang dibutuhkan oleh bisnis adalah inovasi-inovsi yang luar biasa, yang “gila” dan yang selalu membuat orang tercengan

Apapun tantangan bisnis dimasa mendatang

we  must believes that any problem can only be resolved with fun solutions” – Adi Panuntun

Thank you Ka Adi Panuntun for your lecture 🙂

Advertisements
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: